Dinas Perikanan dan Peternakan

Indonesia merupakan salah satu negara pemasok ikan hias terbesar di dunia, sekitar 75% ikan hias di dunia berasal dari Indonesia. Menurut data statistik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dari sekitar 1.300 spesies ikan hias yang ada di Indonesia baru sekitar 90 spesies ikan hias yang dikembangkan atau dibudidayakan  di Indonesia. Produksi ikan hias di Indonesia hingga tahun 2015 mencapai 1.314,8 Juta ekor (Pusdatin, KKP). Terdapat 5 provinsi penghasil ikan hias terbesar di Indonesia yaitu  Provinsi Jawa Timur, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Jawa Tengah dan DKI Jakarta.

Provinsi Jawa Barat memberikan kontribusi yang sangat signifikan terhadap produksi ikan hias secara nasional yaitu sebesar 571,9 juta ekor (Pusdatin, KKP) atau 43,5% dari total produksi secara nasional. Produksi tersebut hanya selisih 13,3 juta ekor dengan Provinsi Jawa Timur. Informasi tersebut menunjukkan bahwa untuk menjadikan Provinsi Jawa Barat sebagai provinsi penghasil utama ikan hias di Indonesia sudah sangat dekat. Dari 27 kabupaten/kota yang terdapat di Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Bogor merupakan salah satu kabupaten penyokong utama produksi ikan hias di Provinsi Jawa Barat, khususnya ikan hias air tawar. Pada tahun 2015, produksi ikan hias Kabupaten Bogor sebesar 242,52 juta ekor (Disnakkan Kabupaten Bogor) atau 42,4% dari total produksi Jawa Barat atau 18,4% dari total produksi secara nasional.  Data produksi tersebut menunjukkan bahwa Kabupaten Bogor memiliki potensi ikan hias yang besar untuk dapat dikelola dengan baik sehingga memberikan dampak secara ekonomi bagi masyarakat. 

 

 Picture1

Picture2

Picture3

 

Dari grafik diatas terlihat bahwa selama 5 tahun terakhir (2011-2015), luas areal budidaya ikan hias di Kabupaten Bogor mengalami peningkatan. Tahun 2015 lahan yang dijadikan areal budidaya ikan hias sekitar 35,62 Ha (meningkat sekitar 2,53 Ha dari tahun 2011) dengan jumlah total Rumah Tangga Perikanan (RTP) sebanyak 607 orang pada tahun 2015. Dengan adanya peningkatan luas lahan dan jumlah RTP memberikan kontribusi positif pada peningkatan produksi ikan hias, data Dinas Peternakan dan Perikanan menunjukkan bahwa produksi ikan hias sejak tahun 2011 terus mengalami peningkatan. Peningkatan yang signifikan terjadi pada tahun 2012 dan 2013 yaitu sebesar 17% dan 16%. Peningkatan produksi relatif kecil bahkan stagnan pada tahun 2014-2015, dikarenakan pada tahun ini tidak ada lagi penambahan luas lahan dan jumlah RTP yang tinggi.  

Jenis ikan hias yang paling populer di Kabupaten Bogor adalah Cupang (Betta sp.), Koi (Cyprius carpio), Neon Tetra (Paracheirodon innesi), Red Nose (Hemigrammus bleheri) dan Guppy (Pocilia reticulata). Wilayah pengembangan ikan hias tersebar di beberapa Kecamatan diantaranya Cibinong, Ciampea, Parung, Ciseeng dan Tenjolaya. Secara ekonomi pendapatan pelaku usaha ikan hias apabila di konversi kedalam nilai mata uang bisa mencapai 2,6 Milyar per tahun (Dinas Peternakan dan Perikanan). Namun demikian, selain potensi yang besar terdapat isu dan permasalahan yang dihadapai dalam pengembangan sektor budidaya ikan hias khususnya dalam meningkatkan kualitas, kuantitas dan kontinuitas produk.  Secara umum permasalahan tersebut antara lain (1) permodalan, (2) penyakit ikan, (3) standar ukuran ikan tidak sama, (4) standar harga tidak jelas. Permasalahan ini menyebabkan masih rendahnya daya saing produk ikan hias Indonesia di pasaran.

Berdasarkan peluang dan tantangan yang dihadapi dalam pengembangan bisnis ikan hias, Pemerintah Kabupaten Bogor telah menetapkan sektor perikanan sebagai salah satu indikator pencapaian visi Kabupaten Bogor sebagai Kabupaten Termaju di Indonesia. Melalui Peraturan Daerah Kabupaten Bogor Nomor 5 Tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2013-2018, sektor perikanan menjadi salah satu penciri dari 25 penciri lainnya yaitu “penyedia benih ikan konsumsi dan ikan hias terbanyak di Indonesia”. Untuk mewujudkan visi tersebut, berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Peternakan dan Perikanan baik bekerja sama dengan pemerintah provinsi, pemerintah pusat maupun swasta antara lain memberikan dukungan baik dari aspek kebijakan maupun teknologi. Salah satu dukungan yang dilakukan adalah dengan memberikan bantuan berupa sarana dan prasarana pembudidayaan ikan hias (peralatan, benih dan pakan) kepada kelompok pembudidaya ikan setiap tahun, pembinaan dan penyuluhan secara intensif guna meningkatkan kualitas SDM Pelaku usaha budidaya yang berbasis sumberdaya alam dan berdaya saing dengan berpedoman pada Cara Budidaya Ikan Yang Baik-Ikan Hias (CBIB-IH) sebagai pengendali mutu dan sertifikasi proses pembudidayaan ikan serta mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) sebagai standar produksi.

Dukungan sarana dan prasarana yang lain yang telah dilakukan diantaranya berupa penyediaan fasilitas pemasaran oleh pemerintah yaitu berupa penyediaan pasar sebagai pusat pengembangan dan pemasaran ikan hias. Sudah sejak lama Kabupaten Bogor telah memiliki sentra pemasaran ikan hias yang berlokasi di Kecamatan Parung. Pasar ikan hias ini menjadi salah satu pilihan tempat berbelanja bagi pecinta ikan hias dari berbagai daerah. Selain pasar ikan hias di Kecamatan Parung, di Kabupaten Bogor juga telah dibangun Depo Ikan Hias Cibinong, Raiser Ikan Hias Cibinong (milik pemerintah pusat) dan yang terbaru pada tahun 2015 telah diresmikan juga pusat promosi dan pemasaran produk non konsumsi di desa Laladon Kecamatan Ciomas. Keberadaan pusat promosi dan pemasaran ini merupakan fasilitas yang diberikan oleh pemerintah daerah yang bekerja sama dengan pemerintah pusat untuk memberikan kemudahan bagi pelaku usaha perikanan non konsumsi khususnya ikan hias memasarkan produknya. Dengan adanya pusat promosi ini diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh pelaku usaha, sehingga dapat meningkatkan pendapatan mereka.

Selain dukungan sarana dan prasarana, alternatif solusi yang bisa dilakukan menghadapi tantangan dalam pengembangan ikan hias guna mewujudkan visi Kabupaten Bogor sebagai penyedia ikan hias terbesar di Indonesia secara umum yang dapat dilakukan diantaranya adalah: (1) Memberikan bantuan modal kepada pelaku usaha sesuai dengan kebutuhan masing-masing pembudidaya. Pembentukan koperasi pembudidaya ikan hias dirasa lebih efektif, bantuan dapat disalurkan melalui koperasi berupa bibit ikan, pakan  maupun sarana dan prasarana. Ikan hasil budidaya yang sudah siap jual dapat dijual kembali melalui koperasi. Sehingga selain pembudidaya memperoleh keuntungan dari hasil penjulan ikannya, mereka juga akan memperoleh sisa hasil usaha setiap tahun; (2) Penyakit ikan merupakan persoalan yang dihadapi oleh setiap pembudidaya ikan hias, penyakit umumnya disebabkan oleh kualitas air (PH dan DH), dengan disediakannya lembaga khusus yang menangani persoalan penyakit ikan, diharapkan dapat meminimalisir penyebaran penyakit. Sejauh ini Kabupaten telah membentuk UPT Pusat Kesehatan Hewan dan Ikan (PUSKESWANKAN) di setiap wilayah. Masing-masing wilayah melayani beberapa kecamatan. UPT PUSKESWANKAN telah berdiri sejak tahun 2008 berdasarkan peraturan Bupati No 53 tahun 2008, tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kesehatan Hewan dan ikan. Selain itu, Kabupaten Bogor telah memiliki Pos Kesehatan Ikan Terpadu (POSIKANDU) di Kawasan Minapolitan Kecamatan Ciseeng. POSIKANDU memberikan pelayanan kepada masyarakat terutama pembudidaya ikan dalam hal pemeriksaan kesehatan ikan dan lingkungan terutama kualitas air sebagai media utama budidaya ikan; (3) Standar ukuran ikan hias selama menjadi salah satu hambatan dalam pengembangan bisnis ikan hias. Pemerintah bersama-sama dengan asosiasi ikan hias atau dewan ikan hias harus membuat kesepakatan standar ukuran  sehingga menjadi acuan pada saat transaksi jual beli. Sehingga, standar ukuran tidak lagi berpatok pada keinginan broker, suplier atau eksportir. (4) Sama seperti ukuran ikan, harga ikan hias pun menjadi permasalahan utama dalam bisnis ini. Penentuan standar harga bisa dilakukan melalui kesepakatan antara pemerintah, asosiasi dan dewan ikan hias.

 

Sumber:

  1. Pusat Data Statistik Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan
  2. Data Perikanan Kabupaten Bogor, Dinas Peternakan dan Perikanan Kab. Bogor

 

Kontributor:

Elis Masrifah, S.Pi, MP

Analis Pasar Hasil Perikanan Pertama

Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor

 



2017 © Dinas Perikanan dan Peternakan