Dinas Perikanan dan Peternakan

Kesmavet didefinisikan sebagai suatu komponen aktivitas kesehatan masyarakat yang mengarah kepada penerapan keterampilan, pengetahuan dan sumberdaya profesi kedokteran hewan untuk perlindungan dan perbaikan kesehatan masyarakat (WHO/FAO 1975).

Kesmavet merupakan penghubung antara bidang pertanian/peternakan dan kesehatan. Secara garis besar, tugas, dan fungsi kesmavet adalah menjamin keamanan dan kualitas produk-produk peternakan, serta mencegah terjadinya resiko bahaya akibat penyakit hewan/zoonosis dalam rangka menjamin kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Penyediaan Rumah Potong Hewan (RPH) yang memadai untuk kesehatan masyarakat dalam rangka menjamin pangan asal hewan yang ASUH merupakan salah satu bagian tugas Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor dalam menjalankan fungsi kesmavet. Dalam fungsi pelayanan masyarakat inilah Rumah Potong Hewan Ruminansia (RPH-R) Cibinong Kabupaten Bogor meraih Penghargaan Terbaik di Tingkat Nasional Tahun 2016.

 

Profil RPH-R Cibinong

RPH-R Cibinong merupakan salah satu RPH yang berada dalam lingkup Kerja UPT RPH Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor. RPH yang berlokasi di Jl.  H.M Ashari RT.01  RW. 01 Kampung Bojong Koneng, Kelurahan Cibinong, Kecamatan Cibinong setiap harinya menyembelih 25-30 ekor ternak besar untuk melayani pasar Jakarta, Bogor dan Depok.

Dalam aktivitasnya, RPH yang dipimpin oleh drh. Ade Kusmiawati, M.Si ini diperkuat oleh Dokter Hewan (2 orang), Juru Sembelih Halal (7 orang), Butcher (4 orang), Keurmaster (4 orang), Animal Welfare Officer (1 orang) dan Operator Stunning (4 orang). Para pekerja ini tergabung dalam Paguyuban Pekerja RPH-R Cibinong; satu-satunya paguyuban pekerja RPH pemerintah yang ada di Indonesia. Selain itu RPH-R Cibinong juga telah mengantongi Sertifikat Halal dan Sertifikat NKV (Nomor Kontrol Veteriner).

Semenjak beroperasi tahun 1996, RPH-R Cibinong telah meraih berbagai penghargaan diantaranya:

  1. RPH Terbersih Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2004 dan 2006
  1. UPT Terbaik Tingkat Kabupaten Bogor Tahun 2012
  2. Profil RPH terbaik II Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2013
  3. Juara II lomba K3 Kecamatan Cibinong Tahun 2015
  4. RPH-R yang telah melaksanakan Restrukturisasi  Manajemen RPH-R di Jawa Barat Tahun 2015

 

Didukung oleh prestasinya tersebut maka tahun 2016 ini RPH-R Cibinong berkesempatan mewakili Jawa Barat mengikuti seleksi tingkat nasional. Setelah melewati rangkaian uji dan penilaian maka melalui SK Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Nomor 6939/Kpts/ KP.450/F/10/2016 tanggal  18 Oktober 2016 tentang Penetapan Peringkat Pemenang Penghargaan Lomba Bidang Kesehatan Masyarakat Veteriner Tahun 2016, RPH Cibinong ditetapkan sebagai RPH Peringkat I Terbaik Nasional 2016. Peringkat kedua dan ketiga ditempati oleh RPH Salatiga dan RPH Kota Blitar.

 IMG-20160511-WA0005

Foto 1. Kunjungan Tim Penilai di RPH Cibinong

 

Dalam SK yang sama ditetapkan juga drh. M. Toif Hidayatullah dari Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor sebagai Peringkat IV Pengawas Kesehatan Masyarakat Veteriner Terbaik Nasional. Penyerahan penghargaan dilakukan oleh Kementerian Pertanian di Boyolali, Jawa Tengah tanggal 27 Oktober 2016.

Menanggapi pencapaian ini, Siti Farikah menyampaikan “Selaku kepala dinas, saya mengapresiasi kinerja UPT RPH yang sejauh ini telah  membawa nama baik Kabupaten Bogor baik di tingkat  Jawa Barat maupun di tingkat nasional”.

 Juara RPH

Foto 2. Drh. Ade dan Drh. Toif saat Menerima Penghargaan

Sistem Jaminan Mutu

Sesuai dengan salah satu misi  UPT RPH yaitu meningkatkan kualitas pemotongan ternak dan kesejahteraan hewan,  RPH-R Cibinong berusaha terus memperbaiki kualitas pelayanan pemotongan  ternak diantaranya melalui penerapan Standar Minimal Jaminan Mutu. Standar Minimal Jaminan Mutu tersebut diantaranya:

 

  1. Penerapan Pemotongan Halal

Kehalalan dalam proses pemotongan di RPH-R Cibinong merupakan syarat utama yang harus dipenuhi sebagai jaminan kepada mitra dan konsumen dalam rangka menjamin ketentraman batin masyarakat.

Pemotongan

Foto 3. Proses Pemotongan Ternak

 

  1. Penerapan Standar Minimal Higiene Sanitasi

Penerapan standar minimal higiene sanitasi di RPH-R Cibinong pada prinsipnnya sebagai upaya dalam meminimalisir terjadinya kontaminasi silang pada produk.  Dengan demikian diharapkan penerapan higiene sanitasi di RPH akan mendukung keamanan pangan yang dikonsumsi.

 

  1. Penerapan Pemeriksaan Ante dan Post Mortem

Pemeriksaan ante mortem dilakukan oleh dokter hewan dan petugas keumaster di bawah pengawasan dokter hewan.  Pelaksanaan dilakukan setiap hari jam 15.00-16.00 WIB. Dengan asumsi, kedatangan ternak sudah lengkap.  Hasil pemeriksaan selanjutnya diarsipkan sebagai dokumen. Pemeriksaan post mortem dilakukan setiap malam oleh dokter hewan dan petugas keurmaster di bawah pengawasan dokter hewan.Hasil pemeriksaan post mortem diarsipkan sebagai dokumen.

 

  1. Penerapan Kesejahteraan Hewan

Penerapan Kesejahteraan Hewan (kesrawan) dilakukan oleh Animal Welfare Officer yang merupakan petugas RPH dan juga dari Feedlotter pengirim ternak.  Penerapan Kesrawan didokumentasikan dalam bentuk checklist inhouse kesrawan  dan  dilakukan setiap hari yang berisikan aspek fasilitas unloading, kandang gangway dan penggunaan peralatan stunning.

Kandang Penampungan

Foto 4. Kandang penampungan untuk fasilitas kesrawan

 

  1. Pemeriksaan Hasil Produk

Pemeriksaan hasil produk dilakukan melalui pengambilan dan pemeriksaan specimen sampel ke laboratorium  yang sudah terakreditasi nasional.  Pemeriksaan dilakukan terhadap residu anti biotik, hormon pemacu pertumbuhan dan cemaran mikroba. 

 

  1. Penerapan Pelayanan Prima

Penerapan Pelayanan Prima dilakukan dalam rangka meningkatkan pelayanan agar para pedagang sapi maupun pedagang daging yang menjadi mitra RPH-R Cibinong merasa puas. Pelayanan Prima di RPH-R Cibinong mencakup 2 (dua) hal yaitu: (1)Pelayanan penggunaan kandang penampungan, serta (2) Pelayanan pemotongan Hewan.

Asosiasi Pekerja

Petugas RPH Cibinong Non PNS/ASN tergabung dalam Asosiasi Pekerja. Asosiasi pekerja di RPH-R Cibinong dinamakan Paguyuban Pekerja RPH-R Cibinong yang beranggotakan 19 (sembilan belas) orang. Asosiasi ini memiliki kepengurusan, AD/ART tersendiri yang tidak terikat dengan UPT RPH. 

Asosiasi pekerja di RPH-R Cibinong telah terbentuk sejak lama dimana anggotanya merupakan mantan anak buah dari para pedagang/jagal.  Secara manajemen adanya asosiasi pekerja tersebut sangat membantu dan mempermudah dalam hal introduksi ilmu pengetahuan, pembinaan,  dan penyampaian kebijakan/aturan RPH karena relatif lebih kompak dan kesamaan rasa saling memiliki terhadap RPH-R Cibinong. 

sosialisasi_1

Foto 5. Pembinaan terhadap pekerja/petugas RPH

 



2017 © Dinas Perikanan dan Peternakan